Langsung ke konten utama

Phase Liga Champions 2025/2026 Tuntas, Inilah Tim Yang Melenggang, Drama Play-Off, dan Tersingkir di Babak 16 Besar

MENJUAL HARAPAN - Hiruk-pikuk malam terakhir waktu setempat, atau dini hari WIB UEFA Liga Champions musim 2025-2026 telah tuntas putaran pamungkis dari delapan pertandingan.

Memang, format UEFA Champions League musim 2025-2026 berbeda dengan format sebelumnya. Kini format baru 36 tim, terbukti bukan sekadar eksperimen UEFA, melainkan sebuah “wahana rollercoaster” emosional.

Setelah delapan pekan penuh peluh, peta kekuatan Eropa kini terbelah menjadi tiga faksi: mereka yang langsung ke singgasana 16 besar, mereka yang harus saling sikut di babak play-off, dan mereka yang harus pulang dengan koper penuh kekecewaan.

Baca juga: Breaking Economy: Gebrakan Fiskal dan Reformasi Moneter 2026

1. Kelompok Elit: "Jalan Pintas" ke 16 Besar

Delapan tim teratas telah mengamankan tiket emas. Mereka bisa bernapas lega, melewati fase play-off yang melelahkan, dan langsung menunggu di babak 16 besar.

Arsenal tampil sebagai "penguasa mutlak" dengan rekor sempurna: 8 kemenangan dari 8 laga. Pasukan Mikel Arteta menutup fase ini dengan kemenangan tipis 3-2 atas Kairat Almaty.

Bayern Munich dan Liverpool membuntuti di posisi kedua dan ketiga, membuktikan bahwa DNA juara mereka belum luntur.

Kejutan datang dari Sporting CP yang merangsek ke peringkat 7, mengungguli raksasa macam Manchester City.

Baca juga: Liga Champions UEFA Putaran Akhir: Napoli Dipercundangi Chelsea

Daftar 8 Besar (Lolos Langsung):

1. Arsenal (24 poin)

2. Bayern Munich (21 poin)

3. Liverpool (18 poin)

4. Tottenham (17 poin)

5. Barcelona (16 poin)

6. Chelsea  (16 poin)

7. Sporting CP (14 poin)

8. Manchester City (16 poin)

Baca juga: Setengah Lusin Liverpool Raih Kemenangan Lawan Qarabag

2. Zona Abu-Abu: Drama Play-off (Peringkat 9–24)

Inilah sisi paling "kejam" dari format baru. Nama-nama besar yang biasanya santai di fase grup, kini harus bertaruh nyawa di babak dua leg untuk memperebutkan delapan tiket tersisa.

Real Madrid (Juara 15 kali) secara mengejutkan terlempar ke posisi 9 setelah takluk 2-4 dari Benfica-nya Jose Mourinho. Ini adalah tamparan keras bagi Los Blancos.

Inter Milan, PSG, dan Juventus juga gagal masuk jalur cepat dan harus bersiap menghadapi laga hidup-mati di pertengahan Februari nanti.

Tim-tim kuda hitam seperti Bodo/Glimt, Qarabag, dan Olympiacos siap menjadi penghancur mimpi bagi tim-tim mapan di babak ini.

Baca juga: Laga Puncak Liga Champions Arsenal Tekuk Kairat 3-2

Peserta Play-off (Memperebutkan 8 tiket):

Unggulan (9-16): Real Madrid, Inter Milan, PSG, Newcastle, Juventus, Atletico Madrid, Atalanta, Leverkusen.

Non-Unggulan (17-24): Dortmund, Olympiacos, Club Brugge, Galatasaray, Monaco, Qarabag, Bodo/Glimt, Marseille.

Daftar Play-off (Peringkat 9-24)):

Real Madrid (15 poin)

Inter Milan (15 poin)

PSG (14 poin)

Newcastle (14 poin)

Juventus (13 poin)

Atletico Madrid (13 poin)

Atalanta (13 poin)

Leverkusen (12 poin)

Dortmund (11 poin)

Olympiakos (11 poin)

Club Brugge (10 poin)

Galatasaray (10 poin)

Monaco (10 poin)

Qarabag (10 poin)

Bido/Glimt (9 poin)

Benfica (9 poin)

3. Yang Tersingkir: Akhir dari Perjalanan

Bagi peringkat 25 hingga 36, lampu stadion telah padam. Tidak ada "parasut" ke Liga Europa seperti tahun-tahun sebelumnya. Finis di luar 24 besar berarti tamat.

Tragedi Napoli: Juara Italia ini harus gigit jari setelah kalah dari Chelsea di laga penentuan, terjerembab ke peringkat 30.

Nasib Klub Bersejarah: Raksasa Belanda, Ajax, serta klub Spanyol, Athletic Club dan Villarreal, harus mengakhiri kampanye Eropa mereka lebih awal.

Juru Kunci: Kairat Almaty menempati dasar klasemen dengan hanya satu poin.

Apa Selanjutnya?

Peta persaingan kini semakin tajam. Tim seperti Real Madrid kini terancam skenario horor. Jika mereka lolos dari play-off, mereka berpotensi langsung bertemu Manchester City atau Sporting CP di 16 besar karena sistem bracket (bagan) yang sudah ditentukan berdasarkan peringkat liga.

Format ini memastikan tidak ada lagi istilah "pertandingan formalitas". Setiap gol di menit akhir pekan ke-8 sangat menentukan nasib klub, baik secara prestise maupun finansial. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...