Langsung ke konten utama

Krisis 30 Hari: Bupati Pati Sudewo Dikepung Massa, DPRD Bergerak

Demo warga masyarakat Pati, nuntut Bupati Sudewo mundur (Foto hasil tangkapan layar dari kompas.id)



Gelombang protes terbesar di Pati menuntut mundurnya Bupati Sudewo. Kebijakan pajak yang dibatalkan tak meredam amarah rakyat. Istana, DPRD, dan partai politik ikut bersuara.

 

Timeline Peristiwa

 

Tanggal

Peristiwa

Keterangan

18 Juli 2025

Pelantikan Sudewo sebagai Bupati Pati

Memulai masa jabatan dengan dukungan penuh Gerindra.

Awal Agustus 2025

Kebijakan PBB-P2 dinaikkan 250%

Mengundang protes dari warga dan pelaku usaha.

11 Agustus 2025

Kebijakan dibatalkan

Namun kepercayaan publik terlanjur goyah.

13 Agustus 2025 Pagi

Demo besar-besaran di Pati

Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memadati kantor bupati.

13 Agustus 2025 Siang

DPRD mengesahkan hak angket & Pansus pemakzulan

Tujuh fraksi terlibat, termasuk Gerindra.

13 Agustus 2025 Sore

Sudewo gelar jumpa pers

Tegas menolak mundur.

13 Agustus 2025 Malam

Istana beri pernyataan resmi

Presiden Prabowo menyayangkan kisruh Pati.

14 Agustus 2025

Gerindra lakukan pembinaan internal

Sudewo diminta hati-hati bersikap dan bertutur.

 

Profil Bupati Sudewo

Nama Lengkap

: Sudewo

Usia

: 49 tahun

Partai                                   

: Gerinda

Pelantikan                          

: 18 Juli 2025

Latar Belakang                  

: Tokoh lokal dengan rekam jejak di dunia bisnis dan organisasi kemasyarakatan.

Kebijakan Kontroversial 

: Kenaikan PBB-P2 sebesar 250% yang memicu gelombang protes terbesar di Pati.

Tantangan          

: Krisis legitimasi dan ancaman pemakzulan kurang dari sebulan setelah menjabat.

 

Kutipan Kunci Tokoh

"Jangan sampai mengganggu kehidupan ekonomi Pati, apalagi ini menjelang peringatan ulang tahun kemerdekaan." Prasetyo Hadi, Mensesneg, menyampaikan pesan Presiden Prabowo (Kompas.com, 13/8/2025)

 

"Saya dipilih rakyat secara konstitusional dan demokratis, jadi tidak bisa saya berhenti hanya karena tuntutan itu. Semua ada mekanismenya." Bupati Pati Sudewo (CNN Indonesia, 13/8/2025)

"Pansus sudah terbentuk, kita langsung bekerja ekstra dan kita harapkan segera ada hasilnya dalam sepekan ini." Kastomo, Anggota DPRD Pati (Media Indonesia, 13/8/2025)

"Setiap kader harus berhati-hati dalam bersikap dan bertutur kata di depan publik." Prasetyo Hadi, Ketua OKK DPP Partai Gerindra (Antara, 14/8/2025)

 

Infografis Narasi Singkat

Pemicu

: Kenaikan PBB-P2 250%

Aksi Massa: 

: >50.000 orang, yel-yel “Bupati harus lengser”

Respons Bupati: 

: Menolak mundur, sebut dipilih rakyat secara sah

Langkah DPRD: 

: Bentuk Pansus Hak Angket, 40 kebijakan akan dikaji

Sikap Partai: 

: Gerindra beri pembinaan, minta Sudewo hati-hati

Sikap Presiden: 

: Menyayangkan kisruh, minta ekonomi warga tidak terganggu

Situasi Terkini: 

: Menunggu hasil Pansus & kemungkinan pemakzulan

 (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Pemprov Jabar Targetkan Pelunasan Utang Rp 629 Miliar Awal Februari

BANDUNG , MENJUAL HARAPAN   –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kewajiban pembayaran utang kepada kontraktor senilai Rp 629 miliar akan segera dituntaskan. Proses pencairan dilakukan bertahap setelah seluruh kegiatan yang masuk kategori tunda bayar  melewati pemeriksaan ketat oleh Inspektorat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pembayaran tidak bisa langsung dilakukan sejak awal Januari karena setiap pekerjaan harus diverifikasi terlebih dahulu. Audit dilakukan terhadap kegiatan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kesesuaian administrasi maupun teknis. “Kenapa tidak langsung dibayarkan? Karena harus di-review dulu. Kegiatannya tersebar di tujuh OPD dan yang melakukan review adalah Inspektorat,” jelas Herman. Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat menekankan agar pembayaran dilakukan secara akuntabel, sesuai volume dan spesifikasi kontrak. Herman menyebutkan, proses audit kini mendekati tahap akhir dan pencairan m...