Langsung ke konten utama

Persib Dibekuk Ratchaburi, Hodak Akui Banyak Faktor

Ratchaburi Vs Persib 3-0 AFC Champions League (Foto hasil tangkapan layar dari kompas.com)

MENJUAL HARAPAN - Persib Bandung harus menelan kekalahan telak 0-3 dari tuan rumah Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026, Rabu (11/2/2026).

Gol Pedro Tana (menit 5 dan 84) serta Gabriel Mutombo (53) memastikan Maung Bandung pulang tanpa bekal gol tandang.

Pelatih Bojan Hodak tidak menutup mata atas dominasi lawan. Ia menilai Ratchaburi tampil lebih solid, sementara Persib gagal menampilkan permainan terbaik. “Kami punya peluang, bahkan ada yang mengenai tiang, tapi penyelesaian akhir benar-benar jadi masalah,” ungkap Hodak.

Selain finishing yang buruk, Hodak menyinggung faktor cuaca. Kelembaban tinggi di Thailand membuat pemain cepat kelelahan. Meski begitu, ia menegaskan bukan mencari alasan. “Satu laga yang buruk, cuaca berpengaruh, tapi lawan memang lebih baik. Saya minta maaf kepada suporter yang sudah hadir,” katanya.

Di lini tengah, trio Eliano Reijnders, Luciano Guaycochea, dan Thom Haye tampak kurang kompak. Mereka kalah dalam perebutan bola kedua dari gelandang Ratchaburi seperti Jakkaphan Kaewprm dan Thossawat Limwannasthian. Hodak menilai kelemahan di sektor ini membuat Persib sulit mengontrol permainan.

Meski kecewa, Hodak tetap optimistis menghadapi leg kedua. Ia berharap kembalinya Andrew Jung, Ramon Tanque, serta kedatangan Sergio Castel bisa menambah ketajaman lini depan. “Setelah persiapan sepekan, saya yakin mereka lebih siap dan tajam,” tuturnya. (*_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...