MENJUAL HARAPAN - BRI Super League musim 2025-2026 pekan ke-16 telah tuntas terselenggara. Tim-tim ada yang berada di papan atas, papan tengah, dan papan bawah bahkan di zona degaradasi.
Memang, persaingan tidak hanya panas di perebutan takhta, tapi juga mencekam di jurang degradasi.
Berikut ulasan komprehensif:
1. Puncak Klasemen: Pesut Etam Kembali Berkuasa
Borneo FC membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci. Kemenangan krusial 2-1 atas PSM Makassar mengukuhkan posisi mereka di puncak dengan 37 poin. Hebatnya, tim asuhan Pieter Huistra ini menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan setelah tertinggal gol cepat di awal laga.
Sementara itu, dua raksasa, Persija Jakarta dan Persib Bandung, kini saling sikut di posisi 2 dan 3 dengan poin yang sama (35 poin). Persija tampil solid melumat Persijap 2-0, sedangkan Persib harus puas berbagi angka 1-1 saat bertandang ke markas Persik Kediri. Hasil imbang ini cukup merugikan Maung Bandung yang sempat mencicipi posisi puncak.
2. Kejutan dari Ternate: Malut United "The Dark Horse"
Jangan kedipkan mata Anda pada Malut United. Tim promosi ini tampil sangat eksplosif pekan ini dengan menghancurkan PSBS Biak lewat skor mencolok 6-2. Berada di posisi ke-4 dengan 34 poin (hanya selisih 3 poin dari puncak), mereka bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan ancaman nyata bagi peta perburuan gelar juara. Lini serang mereka yang dihuni nama-nama seperti David Da Silva dan Yakob Sayuri sedang dalam performa terbaik.
3. Papan Tengah: Persaingan yang Terlupakan
Di zona aman namun rawan, kita melihat tim-tim tradisional seperti Persebaya Surabaya dan Bali United yang masih berjuang mencari konsistensi. Persebaya (25 poin) perlahan merangkak naik setelah menang tipis 1-0 atas Madura United. Namun, jarak poin antara posisi 5 (Persita - 28 poin) hingga posisi 10 sangat rapat, membuat satu kekalahan saja bisa melempar tim ke papan bawah.
4. Zona merah: Sinyal Bahaya bagi Tim Legendaris
Sangat menyedihkan melihat Persis Solo terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengantongi 7 poin dari 16 laga. Kekalahan 1-3 dari Persita di Manahan menunjukkan ada masalah mendalam di lini belakang mereka yang sudah kebobolan 36 gol (terbanyak kedua setelah PSBS Biak).
Bersama Persis, ada Persijap Jepara (9 poin) dan Semen Padang (10 poin) yang menghuni zona degradasi. Ketiga tim ini butuh keajaiban dan perombakan besar di bursa transfer paruh musim jika tidak ingin terlempar ke kasta kedua musim depan.
Catatan
Statistik menunjukkan bahwa pertahanan adalah pembeda musim ini. Lihat saja Borneo FC dan Persija yang baru kebobolan masing-masing 14 dan 13 gol. Sebaliknya, tim-tim di papan bawah rata-rata memiliki selisih gol minus belasan.
Prediksi: Pekan ke-17 akan menjadi "pekan penghakiman" karena ini adalah laga terakhir putaran pertama. Mentalitas para pelatih akan diuji untuk menentukan siapa yang layak menyandang gelar juara paruh musim. (S_267)
Komentar