Langsung ke konten utama

Dinamika Pergulatan Politik Nasional Sepekan Ini

Ilustrasi dinamika pergulatan politik nasional (Gambar gemini_image)



MENJUAL HARAPAN - Pergulatan kehidupan negara bangsa (nations state) ini, tak henti dinamikanya dalam berbagai aspek kehidupan, baik itu politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan lain sejenisnya.

Dalam sepekan ini (periode 9-14 Juni 2025), lanskap politik nasional Indonesia diwarnai berbagai isu penting dan menjadi perhatian publik. Isu-isu tersebut di antaranya seperti isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran, pilihan politik mantan Presiden Jokowi, undangn KTT G7 untuk Presiden Prabowo Subianto, kenaikan gaji hakim, penolakan proyek strategis nasional (PNS) di Merauke, dan implementasi satu data daerah di Aceh, juga soal isu hoaks.

Dinamika Pilihan Politik Presiden Jokowi dan Isu Pemakzulan Gibran

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kembali menjadi sorotan setelah menyatakan preferensinya terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan ini muncul sebagai respons atas spekulasi mengenai kemungkinan dirinya menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

Bahkan, pihak PPP sendiri, melalui juru bicaranya Usman M Tokan, menyambut positif pilihan Jokowi, menilai hal tersebut sebagai langkah yang selaras dengan etika dan moral politik, terutama mengingat putra Jokowi, telah menjabat sebagai Ketua Umum PSI.

Di samping itu, isu pemakzulan Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, juga kembali mencuat. Jokowi sempat menyebutkan syarat-syarat terkait proses pemakzulan tersebut, meskipun detail spesifik mengenai syarat-syarat itu tidak dijelaskan secara rinci dalam pemberitaan. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menanggapi bahwa wacana pemakzulan Gibran memerlukan kajian yang mendalam dan berhati-hati, menunjukkan adanya dinamika politik yang kompleks pasca-pemilu.

(Sumber lihat: nasional.kompas.com, regional.kompas.com, regional.kompas.com)

Undangan KTT G7 untuk Presiden Prabowo Subianto

Presiden terpilih Prabowo Subianto menerima undangan istimewa untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 pada pertengahan Juni 2025 di Kananaskis, Alberta, Kanada. Undangan ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, melalui sambungan telepon. Kehadiran Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan di forum ekonomi terbesar dunia ini menunjukkan peningkatan posisi Indonesia di kancah global. 

KTT G7 merupakan forum bagi tujuh negara dengan ekonomi terbesar di dunia untuk membahas berbagai isu penting, mulai dari ekonomi global hingga isu-isu geopolitik. Undangan ini dapat diartikan sebagai pengakuan atas peran strategis Indonesia di Asia Tenggara dan komitmen pemerintah baru dalam menjalin kerja sama internasional.

(Sumber lihat: megapolitan.antaranews.com)


Kenaikan Gaji Hakim dan Tantangan Integritas

Isu kenaikan gaji hakim menjadi salah satu topik hangat di kalangan politik. Setelah Presiden Prabowo menaikkan gaji hakim junior secara signifikan hingga 280%, Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto menyatakan komitmennya untuk menerapkan kebijakan "toleransi nol" terhadap segala bentuk penyimpangan, termasuk praktik transaksional. Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, juga mendesak agar kasus suap yang melibatkan hakim tidak terulang kembali.

Peningkatan gaji hakim diharapkan dapat berbanding lurus dengan peningkatan integritas dan kualitas putusan. Artikel menekankan bahwa kenaikan gaji saja tidak cukup tanpa diikuti oleh perubahan sistemik yang memastikan integritas para penegak hukum. Transparansi dalam putusan pengadilan dan aksesibilitas bagi publik disarankan sebagai langkah untuk memantau kinerja dan integritas hakim.

(Sumber lihat: infosulawesi.com)


Penolakan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke

Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, Papua Selatan, terus menuai penolakan dari masyarakat adat dan lokal. Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mendesak pemerintah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat yang terdampak langsung oleh proyek tersebut. PSN di Merauke mencakup perkebunan tebu dan program cetak sawah yang sangat luas, meliputi sekitar 2,29 juta hektare di 19 dari 22 distrik di Merauke.

Penolakan masyarakat ini telah diekspresikan secara demokratis, termasuk melalui acara Konsolidasi Solidaritas Merauke pada 11-14 Maret 2025 (yang bertepatan dengan periode yang diminta), di mana sekitar 250 masyarakat adat, warga terdampak, dan organisasi masyarakat sipil berkumpul untuk berbagi pengalaman terkait dampak proyek. Alasan utama penolakan meliputi penggusuran tanah adat yang menjadi sumber kehidupan masyarakat, serta kekhawatiran akan kerusakan hutan dan lingkungan yang mengancam habitat hewan dan ekosistem alam. Daniel Johan menekankan pentingnya pemerintah tidak mengabaikan suara masyarakat demi mencegah konflik lebih lanjut.

(Sumber lihat: emedia.dpr.go.id)

Implementasi Satu Data Daerah: Aceh sebagai Rujukan Nasional

Inisiatif "Satu Data Daerah" menjadi fokus penting dalam upaya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di daerah. Dalam periode 9-14 Juni 2025, beberapa provinsi seperti Gorontalo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku melakukan studi banding ke Provinsi Aceh untuk mempelajari praktik terbaik dalam mewujudkan Satu Data Daerah. Kegiatan pembelajaran lintas provinsi ini difasilitasi oleh Program SKALA (Kemitraan Australia-Indonesia) bersama Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Dalam1 Negeri.

Aceh telah menunjukkan kemajuan signifikan dengan meluncurkan Portal Satu Data Aceh yang mencakup 32 urusan pemerintahan dari berbagai tingkat. Selain itu, Aceh juga mengembangkan Sistem Informasi Gampong (SIGAP) yang mendorong partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi Kemendagri, Yeni Indah Susanti, berharap provinsi-provinsi lain dapat mengadopsi model tata kelola, kelembagaan, dan komitmen kepemimpinan Aceh dalam pengelolaan data.

(Sumber lihat: infopublik.id)

Catatan penutup

Perkembangan politik di Indonesia pada minggu ini, telah menunjukkan kompleksitas isu-isu yang dihadapi pemerintah dan masyarakat, mulai dari dinamika internal kepemimpinan hingga respons terhadap kebijakan pembangunan, bahkan tantangan informasi di era digital. (S-267)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Pemprov Jabar Targetkan Pelunasan Utang Rp 629 Miliar Awal Februari

BANDUNG , MENJUAL HARAPAN   –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kewajiban pembayaran utang kepada kontraktor senilai Rp 629 miliar akan segera dituntaskan. Proses pencairan dilakukan bertahap setelah seluruh kegiatan yang masuk kategori tunda bayar  melewati pemeriksaan ketat oleh Inspektorat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pembayaran tidak bisa langsung dilakukan sejak awal Januari karena setiap pekerjaan harus diverifikasi terlebih dahulu. Audit dilakukan terhadap kegiatan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kesesuaian administrasi maupun teknis. “Kenapa tidak langsung dibayarkan? Karena harus di-review dulu. Kegiatannya tersebar di tujuh OPD dan yang melakukan review adalah Inspektorat,” jelas Herman. Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat menekankan agar pembayaran dilakukan secara akuntabel, sesuai volume dan spesifikasi kontrak. Herman menyebutkan, proses audit kini mendekati tahap akhir dan pencairan m...